Harta yang paling berharga adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Tentu lirik lagu diatas tidak asing lagi di telinga kita, soudtrack film jaman baheula Keluarga Cemara bukan hanya lagunya saja yang sangat mengena dihati saya tapi alur cerita yang dibawakan sangat romantis dan harmonis, sampai rela ninggalin ngaji TPA gara-gara pengen nonton film itu ( hehe g tiap hari kok ).
Alhamdulillah saya mempunyai 4 orang kakak yang slalu menjadi motivator hidup saya dalam urusan sekolah atau belajar dalam memaknai hidup yang sebenar. Berhubung saya anak bungsu hal yang wajar kalau terkadang menjadi bahan pemanfaatan tenaga suruh ini suruh itu atau jadi bahan gojekan berantem sampai lempar2 guling dengan kakak laki2 yang akhirnya terkapar dan menangis karena kepala benjol kena benturan dinding wal akhir mereka juga yang kena jewer mamah (huhu) tapi setelah itu mereka selalu menatapku tajam sambil mengepalkan tangan dan suatu saat pasti akan membalas " Taliban bersumpah akan membalas serang AS" itu yang selalu dieksploitasikan A tedy ke kakakku yang lain dan memberi ultimatum " Terima Syarat atau Tidak diajak main selamanya" yang pastinnya saya selalu mengangguk takut dan siap menerima hukuman dari mereka kadang jadi babu 3/4 hari dari ngambilin minum makan beli ini itu, huft.... itulah nasib seorang adik.
Saya juga bersyukur diberi orangtua yang sholeh/hah yang mau mendengar kebenaran dan memperbaiki kesalahan karena ketidaktahuan, sangat perhatian, dibalik cerewet2nya itu ada kasih sayang yang begitu besar karena saya tau mereka ingin yang terbaik untuk anak2nya.
Kini kami sudah dewasa 3 orang sudah berkeluarga tinggal saya dengan kakak perempuan yang masih masa pencarian (hehe), tentunya suasana gojekan berbeda dengan masa lalu, lebih profesional meskipun terkadang berlebihan sampai kena marah mamah pula....:( .Semua sudah memilih jalan hidup masing-masing yang pasti harus menerima konsukwensi dari tugasnya, jauh dari keluarga itu yang sangat berat.! tapi dari situ kami belajar bahwa disni bukan tempat berkumpul yang sebenar nan abadi kita disini harus mencari bekal masing2 dulu agar kita bisa berkumpul lagi ditempat yang lebih megah dan kebahagian yang sempurna. Saya melihat tangis kalian walaupun tak meraung saya melihat susah kalian meskipun tak terucap saya melihat kalian di hati saya meskipun kalian jauh dimata saya melihat kerinduan kalian meskipun kalian berusaha untuk tegar, tapi dengan kearifan dan perhatian kalian memberikan pengertian pada orangtua yang menjadi syifa' bagi mereka yang sudah lanjut usia yang selalu mengeluhkan rindu dengan anak-anaknya akhirnya bisa tegar dan kuat jauh dari putus asa walaupun harus tertatih.
Ketika berkumpul kembali itulah yang menjadi moment yang amat sangat bahagia bagi saya ( apalagi sampai kumpul disyurga ya Allah bagaimana lgi rasa Senang itu?) bisa makan bersama lagi disertai gurauan yang mengundang gelak tawa bercerita mengingat masa lalu saking bahagia selalu berurai airmata, sampai tak mampu digambarkan ataupun dituliskan bagaimana perasaan itu. Setiap anda pasti mempunyai keluarga dan mempunyai kenangan, rasa cinta ,kasih sayang yang mengikat darah daging, rasa itu sama seperti apa yang anda rasakan ketika berkumpul dengan keluarga anda, sama sama tau kan rasanya?? berarti saya tinggal mengedipkan mata ( Ting ) pasti anda tau maksudnya.
Ya Allah mudah2an kebahagian itu tak berakhir di dunia sahaja tapi berlanjut kelak di akhirat jadikan kami keluarga rabbani dan keturunan yang sholeh. Amien


No comments:
Post a Comment