Batu Kecil
Seorang pekerja
pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.
Pada suatu saat
ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang
ada di
bawahnya.
Pekerja itu
berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena
suara bising
dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya
sia-sia saja.
Oleh karena itu
untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba
melemparkan
uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil
uang itu
lalu bekerja
kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun
memperoleh
hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil
lalu
melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya,
dan karena
merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat
menjatuhkan
catatan yang berisi pesannya.
Dari cerita
yang singkat dan ringan diatas dapat kita tarik satu hikmah berkenaan dengan
cobaan-cobaan
ringan yang Allah lemparkan pada kita yang terkadang membuat mayoritas manusia
mengeluh dan berburuk sangka padaNya padahal tak lain semua kebaikan yang
tersirat kembali pada diri kita
menyadarkan kita untuk menengadah kepadaNya . Seringkali Alloh melimpahi kita
dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya
terkadang kenikmatan yang diberikanNya malah menjadikan manusia semakin terlena dan terkubur dalam jurang
kesesatan . Karena itu, agar kita selalu
mengingat kepadaNya mengingat hakikat kita sebagai seorang hamba menegur kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, Alloh sering
menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.Karena biasanya manusia sadar
setelah ia distimpa musibah yang mengguncangkan jiwa.
!$¨B y7t/$|¹r& ô`ÏB 7puZ|¡ym z`ÏJsù «!$# ( !$tBur y7t/$|¹r& `ÏB 7py¥Íhy `ÏJsù y7Å¡øÿ¯R 4 y7»oYù=yör&ur Ĩ$¨Z=Ï9 Zwqßu 4 4s"x.ur «!$$Î/ #YÍky ÇÐÒÈ
79. Apa saja nikmat yang
kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari
(kesalahan) dirimu sendiri. kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap
manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Maka ucapkanlah
Alhamdulillah ‘ala kulli haal ( Bersyukur atas apa yang terjadi ) . Karena kita adalah orang mukmin yang masih dapat
mengharapkan dari Allah apa yang tidak bisa diharapkan orang-orang kafir, hanya
orang mukmin yang mampu menjadikan semua energy negative menjadi positif
menjadikan semua urusan menjadi sebuah kebaikan yaitu, apabila ditimpa
musibah dia bersabar dan apabila diberikan suatu kebahagaian ia bersyukur
seperti yang tercantum dalam hadist:
وعن
أبي يحيى صهيب بن سنان رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : [
عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله له خير وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن : إن أصابته سراء
شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له ] رواه مسلم
Dari Abi yahya
suhaib bin sinan rodhiyallahu ‘anhu berkata:
Rosulullah salallahu’alahi wasallam bersabda: Sungguh orang-orang mukmin itu
sangat manakjubkan sesungguhnya semua
urusannya menjadi kebaikan baginya,dan hal itu tidak terjadi kecuali pada diri orang
mukmin. Apabila mendapat suatu kebahagian ia bersyukur maka hal itu menjadi
baik baginya dan apabila ditimpa suatu musibah dia bersabar maka hal itu
menjadi baik baginya.( HR.Muslim)
Maka yakinlah
wahai saudaraku jika suatu musibah menimpa diri kita pastilah Allah memiliki gayah
tujuan yang dikemas dalam musibah itu, tak mungkin hanya kejadian yang sia sia,
Carilah hikmah dibalik musibah jadikan ia sebagai renungan, apakah ini sebuah teguran
atau cobaan dan teruslah berprasangka baik padaNya ikhlas
dengan takdirNya maka hidup akan terasa ringan . Semua datang daripadaNya dan kembali hanya padaNya.
Walahu ta’ala
a’lam
No comments:
Post a Comment